A. Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Munculnya Rekayasa Perangkat Lunak:
- Ketidakmampuan organisasi memprediksi waktu,usaha dan biaya untuk membangun perangkat lunak.
- Perubahan nisbah atau rasio biaya perangkat keras terhadap harga perangkat lunak.
- Kemajuan pesat perangkatt lunak.
- Kemajuan dalam teknik-teknik pembuatan perangkat lunak.
- Tuntutan yang lebih tinggi terhadap jumlah perangkat lunak.
- Tuntutan yang lebih tinggi terhadap mutu perangkat lunak.
- Meningkatnya peran pemeliharaan.
B. Krisis Perangkat Lunak
- Masalah nyata yang sudah mengganggu perkembangan perangkat lunak.
- Serangkaian masalah yang terjadi dalam perkembangan perangkat lunak komputer.
- Masalah yang ada tidak hanya terbatas pada perangkat lunak yang tidak berfungsi dengan baik tapi juga pada penderitaan yang melingkupi masalah-masalah yang berhubungan dengan bagaimana mengembangkan perangkat lunak, bagaimana memelihara volume perangkat lunak yang sedang tumbuh dan bagaimana mengejar kebutuhan perangkat lunak lebih banyak lagi.
- Penyebab krisis atau penderitaan Perangkat lunak dapat ditelusuri dengan sebuah mitologi yang muncul selama masa sejarah awal erkembangan perangkat lunak.
- Mitos perangkat lunak ini berbicara atas salah informasi dan keraguan. Masa sekarang kebanyakan kaum profesional memiliki banyak pengetahuan mengetahui berbagai mitos di bidang ilmu yang digelutinya (sikap yang salah yang menyebabkan masalah yang serius bagi manajer serta masyarakat teknis). Hal ini terlihat berbagai sisi pandang dari pihak Manajer/Sponsor, Pelanggan atau Pengembang/Praktisi.
C. Rekayasa Perangkat Lunak
Perangkat Lunak Merupakan program-program komputer dan dokumentasi
yang berkaitan. Produk perangkat lunak dibuat untuk pelanggan tertentu ataupun untuk pasar
umum terdiri dari:
>Generik: dibuat untuk dijual ke suatu kumpulan pengguna yang berbeda,
>Bespoke (custom): dibuat untuk suatu pengguna tunggal sesuai dengan
spesifikasinya.
Rekayasa perangkat lunak berasal dari 2 kata yaitu Software(Perangkat
Lunak) dan Engineering (Rekayasa).
Perangkat Lunak (Software) adalah source code pada suatu program atau
sistem. Perangkat lunak tidak hanya dokumentasi terhadap source code tapi
juga dokumentasi terhadap sesuatu yang dibutuhkan selama pengembangan,
instalasi, penggunaan dan pemeliharaan sebuah sistem.
Engineering atau Rekayasa adalah aplikasi terhadap pendekatan sistematis yang
berdasar atas ilmu pengetahuan dan matematis serta aplikasi tentang produksi
terhadap struktur,mesin, produk, proses atau sistem.
Produk perangkat lunak mengadopsi pendekatan yang sistematis dan
terorganisir terhadap pekerjaannya dan menggunakan tool yang sesuai serta
teknik yang ditentukan berdasarkan masalah yang akan dipecahkan, kendala
pengembangan dan sumber daya yang tersedia, Rekayasa Perangkat Lunak adalah suatu disiplin rekayasa yang berkonsentrasi
terhadap seluruh aspek dan juga Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) juga merupakan pendekatan sistematis dan
matematis untuk membangun, memelihara dan mengenyahkan perangkat lunak.
Dari cara pandang lain, RPL adalah pendekatan sistematis untuk merekayasa perangkat lunak yang handal/bermutu, tepat waktu dan dengan biaya yang optimal.
D. Mutu Perangkat Lunak
Terdapat 3 pihak yang mempengaruhi mutu perangkat lunak yaitu:
a. Sponsor
Seseorang atau organisasi yang membiayai/membayar selama
pengembangan atau perantaraan sistem software dan biasanya
mempunyai respon terhadap pengembangan sistem software itu
sendiri dengan melibatkan perhitungan biaya yang optimal.
b. User
Setiap orang yang secara langsung berinteraksi terhadap eksekusi
software, yang secara langsung memberi input ke komputer dan
menggunakan/menikmati output dari komputer.
c. Developer
Seseorang atau organisasi yang memberikan modifikasi dan
memelihara terhadap error serta mengembangkan sistem software
tersebut.
E. Kategori Perangkat Lunak
Kategori Perangkat lunak secara umum dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Perangkat Lunak Sistem, Sekumpulan program yang ditulis untuk melayani program-program yang lain. Seperti kompiler, editor dan utilitas pengatur file.
- Perangkat Lunak Real-Time, program-program yang memonitor, menganalisi, mengontrol kejadian dunia nyata pada saat terjadinya (real-time event).
- Perangkat Lunak Bisnis, memroses informasi bisnis spt payroll, inventory dll.
- Perangkat Lunak Teknik dan Ilmu Pengetahuan, ditandai dengan penggunaan algoritma number crunching.
- Embedded Software, produk yang ada dalam read-only memory dan dipakai untuk mengontrol hasil dan sistem untuk keperluan konsumen dan pasar industri.
- Perangkat Lunak Komputer Personal, sesuai kebutuhan personal spt pengolah kata,angka dan manajamen database.
- Perangkat Lunak Kecerdasan Buatan, menggunakan algoritma non-numeris untuk memecahkan masalah kompleks yang tidak sesuai untuk perhitungan atau analisis secara langsung.
F. Karakteristik Perangkat Lunak
Dalam Buku Software Engineering Ian Sommerville, Perangkat Lunak
mempunyai Karakteristik sebagai berikut:
- Maintanability (Dapat Dirawat),Perangkat Lunak harus dapat memenuhi perubahan kebutuhan.
- Dependability, Perangkat Lunak harus dapat dipercaya.
- Efisiensi, Perangkat Lunak harus efisien dalam penggunaan resource.
- Usability, Perangkat Lunak harus dapat digunakan sesuai dengan yang direncanakan.
Suatu proses model adalah suatu representasi abstrak suatu model. Proses model menampilkan suatu deskripsi suatu proses dari beberapa
perspektif tertentu,
Proses Perangkat Lunak dapat dikatakan sebagai aktifitas yang saling
terkait (koheren) untuk menspesifikasikan, merancang, implementasi dan
pengujian sistem perangkat lunak.
G. Karateristik Proses Perangkat Lunak
Karakteristik Proses Perangkat Lunak terdiri dari:
- Understandability, membuat proses secara eksplisit didefinisikan dan bagaimana sehingga mudah untuk mengerti definisi proses.
- Visibility, Aktifitas proses menghasilkan hasil yang jelas sehingga tahapan proses yang dilakukan terlihat.
- Supportability, Aktifitas Proses dapat didukung atas CASE tools.
- Acceptability, Penerimaan atas proses yang terdefinisi dan yang digunakan oleh Engineer selama pembangunan Produk Perangkat Lunak.
- Reliability, Proses didesain dalam suatu metode untuk dihindarkan dari kesalahan.
- Robustness, Proses dapat meneruskan dalam masalah yang tidak diharapkan terjadi.
- Maintainabiity, Proses yang merefleksi atas perubahan thd permintaan atau perbaikan proses yang diidentifikasi.
- Rapidity, bagaimana cepat dapat berjalan atas proses pengiriman atau implementasi sebuah sistem dari Spesifikasi yang ada sampai selesai.
H. Daur Hidup Pembangunan Perangkat Lunak
Di dalam pengembangan rekayasa perangkat lunak biasanya dipandu
dengan pemodelan dengan Daur Hidup Perangkat Lunak (Software
Development Life Cycle).
Tak ada standar sehingga bervariasi model proses u/ menggambarkan
rekayasa daur hidup perangkat lunak namun tahap-tahap yang prinsipal terhadap pemetaan model proses kedalam aktifitas pengembangan yang fundamental adalah sebagai berikut:
- Requirement Analysis and definition.
- System and Software Design.
- Implementation and unit testing.
- Integration and system Testing
- Operation and maintenance.
I. Model Proses Perangkat Lunak
Model proses perangkat lunak merupakan suatu representasi proses perangkat lunak yang disederhanakan, direpresentasikan dari prespektif khusus. Contoh prespektif proses:
- Perspektif Alur-kerja (workflow) - barisan kegiatan.
- Perspektif Alur Data (Data flow) – alur informasi.
- Perspektif Peran/Aksi – siapa melakukan apa.
Menurut Ian Somerville, Model proses secara umum terdiri dari:
- Pendekatan Model Air terjun (Water fall), Menempatkan semua aktifitas sesuai dengan tahapan pada model Waterfall dengan memisahkan dan membedakan antara spesifikasi dan pengembangan.
- Pengembangan yang berevolusi, Pendekatan yang melanjutkan Aktifitas satu dan yang lainnya dari Spesifikasi dan pengembangan serta validasi secara cepat.
- Pengembangan sistem Formal, Pendekatan aktifitas bersasar suatu model sistem matematika yang ditransformasikan ke implementasi.
- Pengembangan Sstem berbasis Re-use (penggunaan ulang) komponen, sistem dibangun dari komponen yang sudah ada dengan fokus integrasi sistem.
a. Model Waterfall (Air Terjun)
Fase Model Air Terjun:
- Analisis Kebutuhan dan pendefinisiannya.
- Perancangan sistem dan Perangkat Lunak.
- Implementasi dan unit testing.
- Integrasi dan pengujian sistem.
- Pengoperasian dan perawatan
Masalah pada Model Air Terjun:
- Partisi projek ke stages yang berbeda tidak fleksibel.
- Hal ini mengakibatkan sulitnya untuk merespon perubahan kebutuhan pengguna.
- Oleh sebab itu model ini hanya cocok digunakan apabila kebutuhan pengguna sudah dimengerti dengan baik.
Terimakasih ibu
BalasHapus